9/5/20

Masa Orientasi Mahasiswa

Setiap tahunnya aku selalu teringat akan momen pengenalan kampus, ketika calon adik tingkat mulai ramai posting-posting twibbon di media sosial. Setiap tahun juga selalu saja ada 'protes' tentang sistematika pelaksanaan acara tersebut. Buatku, masa orientasi mahasiswa adalah salah satu saat tersulit selama menjadi mahasiswa. Bayangkan saja, baru datang merantau, belum saling mengenal, sudah diberi setumpuk tugas dengan segala perintilannya oleh kakak panitia. Wajar rasanya jika setiap hari ingin mengeluh, ingin pulang, rasanya tidak ingin kuliah saja. 
Tapi aku sadar kalau aku harus menyelesaikan ini. Aku juga mulai membuka diri dengan teman kosku, teman kelompokku, juga teman satu angkatanku yang sedang sama susahnya denganku. 
"Setelah masa orientasi ini berakhir, aku akan menjalani hidupku seperti mahasiswa biasa. Sabar." pikirku.
Masa orientasi mahasiswa di kampusku cukup ketat dengan aturan yang mutlak, kaka tingkat yang harus dihormati, pun tugas yang seolah tak berhenti. Semua akan menjadi tambah berat jika hanya dikeluhkan, dibuat bahan gerutu tanpa ada yang dikerjakan satupun. Sampai masa itu selesai aku bersyukur aku telah melewatinya. Tidak mudah memang, tapi setidaknya aku sudah menyelesaikan satu masa terberat dalam perkuliahan. 
Semakin lama aturan terus dilonggarkan, waktu pelaksanaan juga menjadi lebih singkat dari angkatan sebelumnya. Tapi tetap tidak menghilangkan keluhan calon mahasiswa baru. Tak jarang aku lihat cuitan orang: 
"Ngapain sih kayak gitu?" 
"Kaka tingkat gila hormat banget"
Iya, di dunia perkuliahanku, mungkin akan terkesan seperti itu. Tapi percayalah setelah menjalani hari-hari di kampus bersama seluruh perangkatnya, apa yang ada di masa orientasi hanyalah gambaran kecil yang diperlihatkan dari apa yang akan ditemui di kampus. Akhir dari perjalanan perkuliahan ini adalah bekerja sebagai 'ahli'. Akan ada berbagai macam jenis sifat manusia yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya dan sebagai ahli, kita harus mampu 'menaklukan' semuanya. 
Masa orientasi mahasiswa hanya sebuah pemanasan, masa perkuliahan adalah latihan, dan dunia kerja adalah tempat berjuang. 

Teruntuk mahasiswa baru, dan adik2 calon mahasiswa: apapun dan bagaimanapun prosesnya, selalu ada yang bisa dijadikan  pembelajaran untuk kedepannya. Semangat!
Share:

7/16/19

Survive

Jaaauh sebelum KKN dimulai, dah banyak  yang bilang males, khawatir atau bahkan sambat tentang KKN. Takut ga ada sinyal, takut hantu, takut posko nya ga sesuai sama mereka, dan ketakutan lain yang dibayang2in sendiri.
Hari ini, udah hari ke tujuh gue dkk hidup di posko. Udah banyak baaanget gue liat postingan orang2 soal kehidupan mereka di desa masing2. 
Ada yang posting keluhan, terus dibales "Kamu mending kayak gitu, aku lebih parah blablabla" atau "Kamu masih enak, aku blablabla" hmm
Should you comparing yours to another?
Atau malah bales dengan "Untung tempat ku masih deket kota", "Untung posko ku kamar mandi nya di dalem", "Untung aku dapet di Jember" dan kalimat2 lain yang menguntung-untung kan diri sendiri.
Are you guys really lucky?

Sebenernya emang dari dulu gue gasuka aja sih kalimat2 kayak gitu. Tapi dalam rangka KKN ini kalimat kayak gitu jadi sangat sering gue temukan di twitter/ig.

For me, KKN bukan tentang enak atau engga tempatnya, bukan tentang deket kota atau engga, atau tentang deket ke Jember atau engga. Tapi tentang how to survive di desa yang udah ditentuin sama univ. Kalau ada yang bilang "Kamu kan ga ngerasain di desa aku ni kamar mandinya.... poskonya... ga ada pasar... temen kelompokku..." and so on. 
Iya oke oke, tapi percaya aja that you will pass it kok. Turn your "aku gabisa mandi kayak gini" "aku gabisa makan ini" into "aku bisa kok, gapapa" setidaknya coba tambahin "cuma sebentar" diakhir kalimat yang mungkin bisa bikin perasaan jadi lebih tenang.

Toh memang KKN kan supaya kita tau dunia luar. Dalam hal ini, desa2 di daerah sekitar Jember. Ya kalau soal tujuan KKN pasti udah ngerti lah gue yakin.

Dokter Gamal pernah bilang "Belajarlah berada diketidaknyamanan dalam waktu yang lama, maka kamu akan menjadi manusia yang banyak belajar"

Jadi,
Semangat bertahan ya kita, selamat belajar!
Share:

3/6/19

Selamat Membaca

Katanya, setiap orang yang hadir dalam hidup kita pasti memberikan pelajarannya masing-masing.

Sampai gue bener-bener merasa telah dipertemukan dengan seseorang yang dateng cuma buat ngasih gue baaanyak pelajaran, kemudian pergi.

Salah satunya, dia bilang kalau dia merasa gue lebih mampu mengungkapkan sesuatu melalui tulisan dan dia percaya gue bisa menyampaikan maksud gue jauh lebih baik lewat tulisan daripada ngomong langsung
dan..... gue pengen ada orang lain yang merasakannya juga. Gue pengen ada orang lain selain dia yang bisa mengerti apa maksud gue lewat tulisan yang gue buat. Gue gak jago, karena menulis pun seni, sesuatu yang sangat subjektif untuk dikategorikan siapa yang jago dan siapa yang cupu (dari segi isi).

Selamat membaca, ya.

Share:

2/16/19

Temen Ngobrol

Gue sering baca dan denger orang yang ketika ditanya "kenapa lo mau sama dia?" Atau "kok lo bisa deket sih sama dia?" Jawab "asik aja diajak ngobrol", "kalau ngobrol nyambung" yang malah direspon dengan guyon atau menganggap itu hal yang standar dan "yaiyalah nyambung, kalo ga nyambung mah orang gila kali"


Tapi sadar gak sih? Semakin dewasa, gak banyak orang yang bisa bener-bener nyambung dan asik diajak ngobrol. Bukan, bukan yang disambung-sambungin, bukan orang yang harus bikin kita mikir "duh ngajak ngobrol apa ya biar ga awkward", "harus ngomong apa ni gue kalo ketemu dia", "dia sukanya apa ya biar nyambung pas ngobrol?", atau "harus gue jawab apa ya biar enak ngobrolnya?" engga... bukan yang kayak gitu. Itu mah namanya agak maksa dan pasti gak bisa bebas deh ngobrolnya kalau intronya harus kayak gitu dulu.


Pasti rasanya seneng banget kalo ketemu orang yang tanpa terasa kita udah ngobrol berjam2 sama dia, yang tanpa sadar kita udah banyak tuker cerita sama dia, yang tanpa kita cari tau dulu eh ternyata lagu kesukaannya sama! Waah... kebayang gak tuh asiknya?


Nah yang kayak gitu yang bikin kita bisa "wah ini ni" sama seseorang. Mungkin ada beberapa hal yang beda, tapi engga begitu menganggu karena sisi kesamaan kita dengan orang itu udah bikin kita ngerasa cocok banget sama dia! 


Apalagi... ketika mulai terjadi deep talk ditengah2 percakapan. Untuk orang introvert seperti gue, engga mudah loh buat menceritakan keadaan keluarga apalagi misal ada yang gimana gitu di keluarganya. Untuk yang ekstrovert, ketika dia tiba2 menatap lo deep banget, disitulah dia udah mulai merasa nyaman dengan percakapan kalian walau mungkin ga sepenuhnya yang dia omongin itu adalah yang sebenarnya terjadi.


TAPI.... betapa berharganya menemukan orang dan momen seru kayak gitu?


Walau mungkin kalian gabisa sering2 ngobrol kayak gitu. Ngobrol hanya beberapa kali pun akan tetep kerasa nyaman dan dekat. Apalagi kalau bisa ngobrol tiap hari? Kalo udah gini... kayaknya engga bakal kehabisan topik obrolan deh.


"Bukan udah berapa lamanya kalian temenan, tapi seberapa kalian menghargai pertemanan itu"


Gak jarang temen yang udah kenal kita lama nyatanya gak seasik itu buat diajak ngobrol sekarang. Bukan karena jd benci atau gimana gitu yaa...


Jangan lupa kalau manusia adalah makhluk yang terus bertumbuh dan salah satu faktor pendukungnya adalah lingkungan. 


Jarang ketemu, hidup di lingkungan yang berbeda, pola pikir yg terbentuk juga bisa jadi berbeda. Ketika ketemu lagi mungkin point of view kita dan sahabat lama kita udah ada yang beda, ngobrol pun rasanya jadi ga senyaman dulu.


Kalo udah kayak gitu jangan sampai malah jadi jauhan, coba aja saling ngerti bahwa setiap orang pasti berproses dan akan berubah. Entah proses itu melibatkan kita atau engga. Pertemanan gaboleh putus.


Gue yakin, bakal ada sisi dari seseorang yang masih bisa kita toleransi untuk sekadar jd temen ngobrol. Jadi kalau misalkan terjebak suasana nih, ga akan awkward banget gitu lah...


Temen-temen, mungkin orang yang kita rasa cocok sama kita semakin sedikit, lalu tanpa sadar lingkaran pertemanan menyempit. Tapi jangan sampai menutup diri dan jadi gamau kenalan sama orang baru, atau yang seremnya, sampai membatasi dia (orang yang kalian rasa cocok itu) untuk temenan sama orang lain. Wow big no! 


Share:

2/3/19

Berbahagialah

Aku ikhlaskan kamu
Pergi dengan ekspektasimu
Yang ternyata tak ada padaku

Pergi,
dan carilah apa yang kamu mau
Temukan segalanya,
dan raihlah bahagiamu

Melupakan
Tidak akan pernah jadi mudah
Tapi sekarang, 
Aku rasa hanya itu yang baik untukku

Aku mohon
Jangan pernah kembali
Sebagai kamu
Yang aku kenal sekarang

Jangan pernah kembali datang
Untuk meminta seseorang menjadi ilusimu

Aku rasa 
Memang baiknya kau jauh dan hilang
Biar aku dan kamu
Menemukan sendiri
Apa yang sebenarnya kita cari

Berbahagilah
Share:

Pergi dan menghilanglah


Aku menyesal mengenalmu
Aku membuang waktuku hanya untuk hidup dengan bayang-bayangmu
Aku bahkan menelantarkan diriku 
Aku merelakan diriku terbawa arusmu
Aku bahkan menenggelamkan diri dalam skenariomu
Aku aktor yang handal!
Aku ikuti semua alur ceritamu tanpa tapi
Aku biarkan diriku terus menunggumu tanpa kabar pasti
Sampai akhirnya aku melepasmu

Sekarang pergilah,
Carilah apa-apa yang kamu rasa sempurna
Carilah dia yang mampu kamu terima
Carilah sukses dan kebahagiaanmu di luar sana

Kemudian menghilanglah,
Aku mohon pergi dan jangan pernah kembali
Aku rela kamu lupakan
Aku tak apa jika suatu saat kamu bilang kita tak pernah saling tahu sebelumnya
Aku sudah baik-baik saja tanpa kamu
Karena itu, menghilanglah dari aku

Share:

Hanya Aku

Menenggelamkan cerita
Mengubur kenangan
Membuang rasa
Tak satupun berhasil ku lakukan

Saat hati tak ingin
Akal tak punya cara lain
Membiarkan kenangan teringat
Mempersilakan perasaan kembali

Perbedaan waktu tak mengubah apapun
Rasanya masih sama
Indahnya masih terasa
Seperti tak pernah ada yang berakhir

Meski nyatanya
Hanya aku yang merasakannya
Share:
Syifa Qurratu'ain. Powered by Blogger.

Followers